Aksara murda digunakan untuk penulisan nama, gelar, nama tempat maupun nama lembaga.
Jumlah huruf/ suku kata aksara murda ada 8 dan masing-masing memiliki pasangannya sendiri. Karena keterbatasan aksara murda dibanding dengan aksara carakan (aksara dasar/ nglegana), sehingga penggunaaan aksara murda tidak identik dengan huruf kapital dalam bahasa latin.
Dan penulisan aksara murda tidak selalu di awal suku kata, karena keterbatasan aksara murda tadi.
Misalkan kata "Dipanegoro", Suku kata pertama yaitu ''Di" tidak memiliki aksara murda, sehingga nantinya yang ditulis sebagai suku kata menggunakan aksara murda yaitu suku kata kedua, yaitu "pa".
Dan misalkan dalam suatu kata di suku kata kedua masih belum memiliki aksara murda, maka yang dituliskan aksara murdanya yaitu di suku kata ketiga, dst.
Contoh penggunaan aksara Murda: